THE HELP (2011)

Western Movie Review — By heyifa on December 28, 2011 at 3:15 pm

Pada tahun 1960-an, saat perbedaan antara warga kulit putih dan hitam masih jelas di Amerika, Eugenia ‘Skeeter’ Phelan (Emma Stone) yang bercita-cita menjadi penulis berniat mewawancarai pembantu-pembantu kulit hitam untuk mengetahui cerita dari sudut pandang mereka. Usaha Skeeter mendapat banyak hambatan, baik dari sedikitnya pembantu kulit hitam yang ingin diwawancara maupun pandangan merendahkan dari teman-temannya.

Awalnya saya tidak tertarik menonton film ini. Toh film yang bertema persamaan hak antara warga kulit putih dan hitam juga tidak sedikit. Tapi setelah direkomendasikan oleh teman saya, akhirnya saya menonton juga film ini. Ternyata film ini jauh melebihi ekspektasi saya, tidak heran film ini mendapat nominasi Best Picture dalam kategori Drama di Golden Globe 2012. Saya bahkan menangis di akhir film, saat adegan yang menurut saya paling mengharukan di sepanjang film ini.

Kekuatan film ini terletak pada pertama, ceritanya yang walaupun inspiratif dan mengharukan serta mampu memainkan emosi penonton namun kurang dalam elemen surprise sehingga tidak terlalu melekat dalam ingatan. Yang kedua adalah akting para aktrisnya yang luar biasa, saya hanya menyebutkan aktris karena memang pemeran utama film ini kebanyakan adalah wanita, nyonya-nyonya muda kulit putih dan para pembantunya. Hal ini dibuktikan dengan tiga nominasi Golden Globe untuk para aktris di film ini, pemeran utama wanita terbaik untuk Viola Davis yang berperan sebagai Aibileen dan pemeran pembantu wanita terbaik untuk Jessica Chastain yang berperan sebagai Miss Celia Foote dan Octavia Spencer yang berperan sebagai Minny Jackson. Tapi saya juga ingin memberikan pujian khusus pada Bryce Dallas Howard yang berperan sebagai Hilly Holbrook, saya rasa dia berhasil menjadi nyonya muda angkuh  yang mampu menimbulkan rasa sebal namun tidak berlebihan. Sementara, pemeran utama film ini, Emma Stone yang lagi-lagi berperan sebagai gadis pintar yang berbeda dari kawan-kawannya seperti di Easy A dan Crazy Stupid Love tidak memberikan performa yang menonjol, malah cenderung membosankan dibanding film-filmnya sebelumnya.

Di luar itu, dress bercorak warna warni khas tahun 60-an memang cukup memanjakan mata namun tidak ada elemen lain yang luar biasa dalam film ini. Sinematografi biasa saja, soundtrack yang walaupun mendapat nominasi Golden Globe juga namun tidak membekas dalam ingatan sama sekali.

Untuk itu, tentu saja saya merekomendasikan film ini untuk segera kalian tonton, siapa tahu film ini mendapat penghargaan Best Picture untuk kategori Drama di Golden Globe tahun ini.

Sayyida Lathifa

Tags: , ,

Leave a Reply

 

Trackbacks

Leave a Trackback