LIKE CRAZY (2011)

Western Movie Review — By kevinaditya on December 28, 2011 at 11:25 am

Jika hubungan cinta adalah medium seni seperti film atau musik, rasanya tipe hubungan jarak jauh (long distance relationship/LDR) akan menjadi genre yang memiliki penggemarnya sendiri. Cerita tentang pasangan yang menjalani hubungan jarak jauh merupakan tema yang semakin sering diangkat dalam dekade belakangan, terutama mengingat perkembangan teknologi komunikasi yang memudahkan dua orang untuk dapat berhubungan dalam batasan layar komputer. Hubungan jarak jauh ini umumnya rawan dengan berbagai permasalahan dan pertanyaan, dan film Like Crazy yang disutradarai Drake Doremus ini mencoba untuk menjawab salah satu pertanyaan tersebut: Apakah ketiadaan pertemuan fisik selalu merusak hubungan jarak jauh?

Pertanyaan ‘abadi’ tersebut dicoba untuk dituangkan melalui pasangan muda bernama Jacob (Anton Yelchin) dan Anna (Felicity Jones) yang bertemu di bangku kuliah dan langsung merasa dunia milik mereka. Anna yang mengikuti program pertukaran pelajar dari Inggris tidak mungkin selamanya tetap di Los Angeles tempat mereka bertemu, dan ketika setelah lulus ia melanggar visanya untuk tetap bersama Jacob selama musim panas, Anna menjadi tidak bisa kembali dan mereka terpaksa menjalani hubungan jarak jauh untuk berbulan-bulan. Pasangan yang gemar menghabiskan waktu di ranjang ini menghadapi ujian cinta yang sebenarnya di kala mereka menemukan orang lain dan terombang-ambingkan gelombang keraguan.

Kisah hubungan Jacob dan Anna memang sepintas terlihat sederhana, namun perasaan yang dilibatkan menjadi jauh lebih dalam daripada yang sekedar terlihat. Sedikit memiliki kemiripan dengan Closer, di mana empat orang saling menyelingkuhi satu sama lainnya, Jacob dan Anna juga menjalani hubungan putus-sambung baik dengan satu sama lain maupun dengan orang lainnya, sebuah konsep cerita yang memiliki tingkat kesuksesan yang bervariasi tergantung dengan aktor dan aktris yang memerankannya. Dan untuk film ini? Wah, lebih sulit untuk membayangkan Yelchin dan Jones sebagai aktor dan aktris dibandingkan sebagai sepasang kekasih sungguhan.

Lantas, apakah hubungan jarak jauh hanya akan berujung pada kesedihan dan kebohongan? Like Crazy tidak pernah memberikan jawabannya dengan pasti, yang dilakukan film ini hanyalah menyajikan sebuah cerita yang berjalan sesuai dengan sifat dan sikap kedua tokohnya. Adegan demi adegan berlangsung tanpa bumbu visual yang ‘wah’, film ini mencoba menghadirkan realita sebuah hubungan dengan interpretasi benar-salah yang diserahkan kepada penontonnya. Ketulusan ungkapan yang saling disampaikan Jacob dan Anna tidak pernah dikonfirmasikan secara harfiah maupun visual sekalipun.

Seperti banyak film romansa dengan berbagai ‘genre’, Like Crazy baru dapat dimaknai sepenuhnya oleh orang-orang yang pernah menjalani hubungan jarak jauh tersebut. Sebagai sebuah film ‘kecil’ dalam artian tidak mengambil tema yang megah atau penting, film ini memang lebih merupakan studi karakter yang menggoyangkan perasaan yang menontonnya. Sehingga pertanyaan yang dilontarkan di awal tadi pun masih menjadi ambiguitas yang menutup film. Apakah perasaan itu harus tulus, ataukah dekat?

Kevin Aditya

Leave a Reply

 

Trackbacks

Leave a Trackback