SOMEWHERE (2010)

Western Movie Review — By silviaanugrah on June 3, 2011 at 7:06 am

Yak, saya menonton film ini karena menemukan poster film dua orang sedang berjemur di pinggir kolam renang. Gambar ini menciptakan atmosfir liburan. Ditilik dari judulnya, Somewhere membawa saya pada ekspektasi bahwa ini mungkin bercerita tentang liburan.

Somewhere menceritakan kehidupan seorang actor yang sedang naik daun bernama Johny Marco (Stephen Dorff). Kehidupan Johny datar, hanya dihiasi dengan making out (even sex) with a lot of women, watching twins doing striptease in his room, receiving text from private number. Di tengah kehidupannya yang begitu-begitu saja, Johny dikagetkan dengan kedatangan anaknya Cleo (Elle Fanning) bersama ibunya, Layla (Lala Sloatman). Semenjak kedatangan Cleo, kehidupan Johny mulai sedikit mengalami perubahan. Sahabat dekat Johny yang bernama Sammy (Chris Pontius) juga turut mengisi hari-hari dirinya dan Cloe. Kehidupan Johny mulai berubah drastis sampai pada saat Layla menghubungi Johny dan menitipkan Cleo sampai batas waktu yang dia sendiri tidak tahu. Johny membawa Cleo ke acara launching filmnya di Italy dan mereka banyak menghabiskan waktu bersama hingga waktu Cloe harus pergi ke camp. Sampai pada saat Johny mengantarkan Cloe ke camp-nya, hidup Johny pun kembali berubah.

Pada awal film ini anda akan disuguhi adegan sebuah Ferrari hitam mengkilap lewat beberapa kali. Tidak dapat saya sangkal bahwa scene ini membuat saya penasaran kemudian bergumam “Apa sih ini?”. Tidak hanya pada scene ini, sang sutradara, Sofia Coppola, berulang kali menampilkan adegan Ferrari hitam berjalan dengan gagahnya di bagian film yang lainnya, bahkan ada beberapa adegan yang sangat lama menampilkan Ferrari hitam ini dan sempat membuat saya bosan. Tapi yang tampak jelas dalam film ini adalah, bagaimana sang sutradara dengan jelas menggambarkan betapa mewah dan mudahnya hidup Johny sebagai seorang aktor. Ferrari hitam, hotel dengan fasilitas yang sangat mewah, helikopter. He always gets what he wants.

Banyak adegan yang berjalan cukup lama tetapi tidak berisi, seperti adegan Cloe dan Johny bermain Guitar Hero dan adegan Cloe dan Sammy bermain Wii. Adegan yang menurut saya yah memang begitu adanya ditampilkan cukup lama tanpa dialog yang berarti. Pergerakan kamera dalam film juga ini tidak begitu rumit, karena sebenarnya adegan yang direkam seperti adegan seseorang yang menjalankan aktivitasnya sehari-hari saja. Mungkin untuk beberapa orang film ini mebosankan, karena memang tidak ada plot ceritanya. Sekilas bahkan film ini seperti film indie. Percakapan yang terbangun antara pemerannya juga tidak begitu spesial karena memang itu merupakan percakapan sehari-hari. Alurnya berjalan maju, tidak ada konflik yang berarti. Bahkan saya menunggu-nunggu kapan film ini akan mencapai klimaksnya, ternyata memang konflik yang ada adalah konflik batin dalam diri Johny yang muncul di akhir film ini (tapi tidak bermaksud untuk spoiler loh!)

Sebenarnya film ini dapat dibilang tentang 2 jenis kehidupan yang Johny jalani yaitu sebelum dan sesudah datangnya Cloe. Ini juga yang menurut saya berkaitan dengan judul film ini. Film ini tidak menceritakan konflik di awal film tetapi film ini sangat memperlihatkan bagaimana chemistry antara ayah dan anak yang terbangun secara kuat dan sebegitu kuatnya Cloe berpengaruh pada kehidupan Johny. Johny menemukan sesuatu yang berbeda setelah ia melalui hari-harinya bersama Cloe. Yeah, the point of this film is Cloe brings Johny to ‘somewhere’ that he haven’t been there before and it makes Johny take a different step for his life.

Silvia Anugrah Dewanti

Tags: , ,

Leave a Reply

 

Trackbacks

Leave a Trackback